ADVENTURE
Viral! Pendaki Remaja Pingsan di Gunung Catur Bali, Ditinggal Teman Demi Kejar Puncak
Diterbitkan pada 21 May 2026 • 3 Menit Baca
Seorang pendaki perempuan 17 tahun pingsan dan ditinggal temannya demi mengejar puncak. Solidaritas Minim, Pendaki Remaja Pingsan di Gunung Catur Ditinggal Teman Sendirian
Sebuah insiden miris kembali mencoreng dunia petualangan alam bebas Indonesia, khususnya di wilayah Bali. Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar penyelematan seorang pendaki perempuan berusia 17 tahun yang ditemukan dalam kondisi pingsan dan menggigil kedinginan di jalur pendakian Gunung Catur (Pucak Mangu), Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Mirisnya, remaja tersebut sengaja ditinggalkan oleh rombongan teman mendakinya yang lebih memilih melanjutkan perjalanan demi mengejar puncak. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Kejadian ini memicu gelombang kecaman dari warganet serta para pendaki senior yang menyayangkan hilangnya kode etik paling mendasar dalam mendaki gunung: kebersamaan dan keselamatan tim. Kronologi Penemuan Korban di Balik Pohon
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan saksi mata di lapangan, korban awalnya melakukan pendakian bersama tiga orang teman sekolah laki-lakinya. Di tengah perjalanan, korban diduga mengalami kelelahan ekstrem hingga tidak mampu melanjutkan langkahnya. Alih-alih menemani atau membawanya turun kembali, ketiga rekannya justru meninggalkan remaja tersebut sendirian di jalur pendakian. Beruntung, beberapa saat kemudian, akun pendaki lain bernama @allogantfrog bersama rekannya tengah melintasi jalur Pelaga tersebut.
Mereka dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh perempuan yang tergeletak tidak sadarkan diri di balik sebuah pohon besar, berjarak sekitar 800 meter dari titik awal pos Parkir Atas Pura Pucak Mangu. Aksi Cepat Evakuasi oleh Pendaki Lain
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan dan mulai mengalami gejala hipotermia (kedinginan ekstrem), para pendaki yang menemukan langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka memberikan minuman isotonik untuk membantu memulihkan kesadaran korban. Setelah kondisinya sedikit membaik namun tetap lemas, seorang pendaki pria dengan sigap menggendong remaja perempuan tersebut di pundaknya untuk dibawa turun menuju pos parkiran bawah. Berkat aksi heroik dan respons cepat dari pendaki yang melintas, nyawa korban berhasil diselamatkan dan ia dapat dipulangkan ke rumahnya dalam kondisi aman. Puncak Bukan Segalanya: Pengingat Keras untuk Pendaki Pemula
Fenomena ini memicu diskusi hangat mengenai tren FOMO hiking atau sekadar ikut-ikutan mendaki demi konten media sosial tanpa dibekali pemahaman keselamatan yang matang. Gunung Catur memang dikenal memiliki jalur hutan hujan tropis yang menantang dan membutuhkan ketahanan fisik yang stabil. Para penggiat alam bebas kembali menekankan aturan emas dalam pendakian: "Puncak adalah bonus, kembali ke rumah dengan selamat adalah tujuan utama." Meninggalkan rekan setim yang sedang mengalami musibah atau kelelahan di tengah hutan merupakan tindakan tidak terpuji yang dapat berakibat fatal. Jika memulai pendakian bersama-sama, maka seluruh anggota tim juga wajib turun dan pulang bersama-sama tanpa ada yang dikorbankan.
Rekomendasi Terbatas
Tingkatkan Keahlian Coding-mu
Tingkatkan Keahlian Coding-mu
Bersama Mentor Ahli!
Dapatkan diskon 50% untuk pendaftar minggu ini.