EKONOMI
Anjloknya nilai tukar rupiah ini didorong oleh beberapa faktor utama berikut: Geopolitik Global & Suku Bunga AS: Konflik
Diterbitkan pada 17 May 2026 • 1 Menit Baca
Anjloknya nilai tukar rupiah ini didorong oleh
beberapa faktor utama berikut:
Geopolitik Global & Suku Bunga AS: Konflik yang
memanas (seperti ketegangan AS-lran) memicu
ketidakpastian global, mendorong investor
memindahkan dana ke aset yang lebih aman (safe
haven) seperti dolar AS. Selain itu, tingginya suku bunga
dan imbal hasil obligasi AS membuat dolar AS semakin
perkasa dan memicu aliran modal keluar (capital
outflow) dari pasar negara berkembang seperti
Indonesia. Tingginya Kebutuhan Impor Minyak: Lonjakan harga
minyak mentah dunia meningkatkan beban impor
Indonesia yang harus dibayar dalam dolar AS. Permintaan dolar AS yang sangat tinggi di dalam negeri
semakin menekan nilai rupiah
· Kekhawatiran Fiskal Domestik: Adanya defisit
anggaran pemerintah (seperti pada postur APBN) yang
membengkak menambah kekhawatiran pasar.
Tingginya
belanja negara, beban subsidi energi, dan defisit yang
cukup lebar memicu sentimen negatif bagi investor. Faktor Musiman: Permintaan dolar AS secara musiman
melonjak pada periode tertentu, seperti peningkatan
impor untuk kebutuhan bahan baku, repatriasi dividen
perusahaan asing, musim haji, hingga biaya pendidikan
ke luar negeri. Untuk meredam gejolak lebih lanjut, pemerintah dan
otoritas terkait terus melakukan koordinasi dan
intervensi pasar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Anda dapat memantau pergerakan nilai tukar harian
dan respons pasar melalui Trading Economics
Rupiah Indonesia.
Rekomendasi Terbatas
Tingkatkan Keahlian Coding-mu
Tingkatkan Keahlian Coding-mu
Bersama Mentor Ahli!
Dapatkan diskon 50% untuk pendaftar minggu ini.